Jumat, 04 Juni 2010

Agar dapat menyikapi kritik secara positif

Selain sambal atau cabe, kritik juga ternyata sering disebut “pedas”. Karena itu banyak orang yang sulit menerima atau bahkan tidak tahan terhadap kritik. Respons yang timbul saat dikritik biasanya bersifat pembelaan atau pembenaran diri. Mengapa demikian?

Karena sejak kecil kita terbiasa takut dipersalahkan. Kita tidak ingin menjadi kambing hitam da tumpuan kesalahan. Karena kita merasa dihakimi, ditolak, dan dikucilkan. Karena kesalahan atau kekeliruan dianggap sebagai momok dan kegagalan yang fatal.

Memiliki sikap pembelajaran yang baik membuat kita mampu menghadapi kritik secara positif dan benar. Karena kritik merupakan evaluasi dan peluang untuk menjadi lebih baik lagi.

Ezra, Jakoep. 2008. Success trough character. Yogyakarta: ANDI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar