Jumat, 19 Februari 2010

Anak Penderita Dislexia

Anak Penderita Dislexia

Dislexia adalah ketidakmampuan belajar dalam bidang membaca dimana prestasi membacanya jauh dibawah level yang diprediksi oleh IQ dan usia. Anak pengidap dislexia kesulitan dalam membaca dan menulis tetapi sangat ahli dalam bidang aritmetika, karena mereka bingung dengan perbedaan atas, bawah, kiri dan kanan. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan neurologis. Kerusakan neurologist dalam memproses suatu pembicaraan, ketidakmampuan mengenali kata-kata. Kerusakan dalam pemroses fonologis membuatnya sulit untuk mendekode kata, sehingga lemah dalam memori jangka pendek, kemamouan linguistic dan kognitif.
Anak dengan ketidak mampuan belajar sering kali memiliki kecerdasan mendekati rata –rata atau diatas rata-rata. Mereka juga memiliki penglihatan dan pendengaran yang normal. Mereka memiliki masalah dalam pemrosesan informasi sensoris. Mereka lebih cenderung melakukan tugas-tuagas yang dianggap mudah dari anak-anak yang normal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan otaknya dalam memproses memori sangat lemah. Ketidak mampuan belajar dapat menyebabkan rusaknya kepercayaan diri dan prestasi.


Pengarahan untuk penderita Dislexia
Ketidakmampuan matematis mencakup kesulitan dalam menghitung, membandingkan angka, perhitungan, dan mengingat aritmetika dasar. Anak-anak penderita Dislexia bisa diajari membaca melalui pelatihan fonologis sistematis, dan membutuhkan waktu yang penjang serta kesabaran lebih untuk mendidiknya. Menurut Katamba fonologis adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari investarisasi seluruh bunyi ujar yang bisa diproduksi oleh manusia. Bentuk bunyi ujaran dengan segala sistem bahasa sampai bunyi ujaran itu dapat didengar melalui indera pendengaran.
Cara mengetahui penyakit Dislexia
Untuk membedakan anak-anak normal dengan anak-anak penderita dislexia agaknya merupakan tugas yang agak sulit, karena cara mengeja huruf pada anak-anak yang normal dengan anak-anak yang menderita dislexia tidak ada bedanya. Hal itu harus diketahui sedini mungkin, karena semakin muda anak menderita dislexia semakin mudah ia menguasai suatu pelajaran.
Menurut Bright Solution for Dislexia terdapat simpton dislexia yang dapat diperhatikan menurut peringkat umur tingkatan persekolahannya.
a. Prasekolah
- Lambat bertutur
- Mencampur bunyi dan suku kata dalam perkataan yang panjang. Contoh “hospital” tetapi menyebutnya “hostipal”
- Jangkitan telinga yang kronik
- Lambat membedakan kiri dan kanan
b. Sekolah Dasar
- Disgrafia, yaitu tulisan tangan yang lambat, tidak automatic dan sukar dibaca.
- Tidak bisa membedakan penyebutan vocal-vocal huruf yang hampir sama. contoh B, D, P semua huruf itu dibaca “B”
- Tidak bisa membaca huruf sambung
- Bacaan yang lambat, terputus-putus dan tidak tepat

c. Sekolah Menengah
- Tidak dapat menguasai bahasa asing
- Kesulitan mambaca not musik
- Rangking yang rendah dalam semua tingkatan kelas

d. Dewasa
- Membaca dengan lambat
- Selalu silap mengeja
- Tidak suka menulis memo atau surat
- Kadang keliru dengan huruf B dan D

Sebagai orang tua ataupun guru perlu memahami keadaan ini apabila mendidik anak-anak mereka. Kebanyakan dari mereka mengalami Clumsy dan kurang dapat bersosialisasi. Mereka perlu diajar bagaimana bertingkah laku dalam situasi yang spesifik.

Referensi :
Papalia, Diane E., Old, Sally W. 2008. Human Development (Psikologi Perkembangan) Edisi Kesembilan. Jakarta: Kencana.
Devaraj, Sheila., Roslan, Samsilah. 1993. Apa itu Dislexia?. Malaysia: PTS.


Jumat, 01 Januari 2010

Pesimisme di Kalangan Mahasiswa

Pesimisme di Kalangan Mahasiswa



Pesimis itu adalah kata yang sering dirasakan oleh orang-orang yang yang tidak memiliki pengharapan lagi. Mereka menganggap bahwa masalah yang mereka hadapi lebih besar dari kemampuan mereka, sehingga enggan untuk mencoba suatu jalan keluar baru. Sikap pesimis sering menghingapi hati para mahasiswa, terutama mahasiswa-mahasiswa yang tidak lulus pada mata kuliah tertentu. Melihat kenyataan gagal dalam matakuliah membuat mereka putus asa dan pesimis tetapi tidak sedikit orang untuk berusaha memperbaiki kesalahan mereka dimasa lalu dan tidak sedikit orang juga yang menganggap itu dengan santai dan tanpa beban. Orang-orang yang bersikap pesimis, mereka adalah orang yang sangat mudah terpengaruh dengan orang-orang disekitar lingkungan mereka yang melontarkan kata-kata pesimis dan menakut-nakuti.

Arti pesimis sendiri

Pesimisme, dari bahasa Latin pessimus (terburuk), adalah suatu keadaan pikiran yang negatif persepsi warna hidup, terutama yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa masa depan. Nilai penilaian dapat bervariasi secara dramatis antara individu-individu, bahkan ketika penilaian fakta yang tak terbantahkan.






Pesimis sangat erat hubungannya dengan sikap negative. Didalam hati dan pikirannya hanya selalu pikiran negative yang bisa mengintimidasi diri sendiri. Dalam buku Percaya Diri Pasti, dikatakan bahwa pesimisme itu adalah suatu tindak kejahatan karena menanggapi suatu masalah dengan penafsiran yang negatif. Menilai sesuatu dengan negatif dan mengabaikan nilai-nilai positif yang ada. Pesimisme yang merupakan suatu bagian gambaran dari orang penderita depresi

Dikalangan Mahasiswa

Pesimisme sering menimpa mahasiswa-mahasiswa terutama ketika sudah berurusan dengan matakuliah. pesimisme adalah penyakit mental yang bisa membendung kekuatan mahasiswa untuk melakukan tugas-tugas yang ada. Padahal mereka memiliki potensi yang sama dengan orang-orang yang tidak memiliki pesimisme (Optimisme) dalam mengerjakan tugas yang sama. Pesimisme menghalangi motivasi-motivasi yang ada sehingga yang keluar hanyalah putus asa sebelum mencoba.

Untuk mencegah sikap ini, kita harus mengatasi kekurangan diri sendiri dengan berusaha mencoba-coba hal-hal baru yang positif, tidak mendengar tekanan-tekanan dari lingkungan sekitar yang membuat diri terintimindasi, dan jangan takut untuk gagal dan kecewa. Ingatlah bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, dengan catatan kita bisa bangun dari kegagalan itu dan mengubah kegagalan itu menjadi keberhasilan dengan bekerja keras.

Referensi :

www.wikipedia.org

Sam, Anang. 2007. Siapa Bilang Bodo nggak Bisa Jadi Pengusaha. Depok : Swadaya.


Kamis, 31 Desember 2009

Harajuku Style



Harajuku Style





Di jaman ini semakin banyak saja fashion-fashion yang muncul. Setiap Negara memiliki gaya fashionnya masing-masing. Awal tahun 2000 an ditandai dengan fashion baru dari Jepang, yang biasanya disebut dengan Harajuku Style. Awalnya banyak orang yang menilai gaya iu aneh dan cenderung tidak rapih, tetapi karena banyaknya penyanyi Indonesia yang mengadaptasi gaya berpakaian mereka diatas panggung mengikuti gaya ini sehingga sudah banyak orang yang bisa menerima gaya berpakaian ini. Menurut para ahli Sosiologi, Harajuku Style adalah salah satu contoh Imitasi. Imitasi adalah proses peniruan perilaku orang lain atau pihak lain. Proses imitasi lebih banyak dilakukan oleh anak-anak dibandingkan orang dewasa, karena anak-anak akan merespon dengan cepat sesuatu yang menyenangkan dan baru juga menarik. Awal mulanya Harajuku Style

Harajuku (原宿 ?) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.

Harajuku Style, sekarang banyak sekali dipakai oleh artis-artis dunia. Contohnya adalah Gwen Stefani yang benar-benar jatuh cinta dengan gaya berpakaian ini, hampir disetiap video klipnya seperti uh –so –Glamorous menggunakan gaya ini.

Gwen Stefani

Macam-macam Harajuku Style

Gaya Harajuku sering sekali disebut dengan “kebudayaan nabrak” dan orang-orang yang megagungkan gaya ini pun disebut dengan “budak nabrak”. Gal adalah sebutan untuk perempuan-perempuan usia remaja Jepang yang memakai Harajuku Style. Gal sendiri memiliki nilai yang kurang baik dimata orang-orang normal Jepang lainnya, karena gal (budak nabrak), memiliki nilai moral yang sangat sedikit dan hidup mereka seakan hanya untuk khayalan yang mereka ciptakan sendiri. Berkata-kata yang tidak sopan, hidup dijalan sesuka mereka, dan hidup sesuka mereka sehingga tidak diterima oleh masyarakat Jepang lainnya.

Macam-macam Harajuku Style yaitu Lolita, Kogal, Gongaru, Costplay, Yamanba, dll. Lolita adalah subgaya Harajuku yang mengadaptasi gaya boneka cantik dari Jepang dengan kulit putih pucat serta dandanan yang manis seperti boneka perempuan yang dijual di toko. Lolita terbagi menjadi beberapa macam gaya yaitu Gothic Lolita, Sweet Lolita, Classic Lolita, Punk Lolita, dan Wa Lolita. Semua style Lolita ini adalah untuk para wanita. Gothic Lolita adalah subgaya Lolita yang mencampur gaya boneka Lolita dengan gaya gothic yang terkenal “gelap”, dari make up yang gelap sampai baju serbahitam. Sweet Lolita adalah gaya yang diadaptasi dari manga atau komik Jepang yang merupakan fantasi anak-anak terhadap seorang Lolita. Maka jadilah gaya yang terlihat childish seperti ruffle yang tebal, sepatu platform dengan hak tinggi, rambut berkepang, pita besar sebagai aksesori dan lain-lain. Classic Lolita adalah gaya yang diadaptasi dari gaya-gaya yang populer pada abad pertengahan. Wa Lolita sendiri memadukan gaya busana tradisional Jepang yaitu Kimono dengan gaya Lolita modern. Sedangkan gaya Harajuku lainnya yang terkenal adalah Costplay. Costplay (Costume Play) adalah subgaya Harajuku yang diadaptasi dari tokoh-tokoh karakter kartun Jepang tertentu, seperti Naruto, Sailormoon, Bleach, Hunter X Hunter, dll.















Gothic Lolita






Sweet Lolita
















Classic Lolita




Wa Lolita









CosPlay













Kogal









Gongaru









Yamanba




Referensi :

Tim Mitra Guru. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial Sosiologi untuk SMP dan MTS kelas VII. Jakarta : Erlangga.

www.wikipedia.com

www.surgaku.com

Sabtu, 26 Desember 2009

Fashion untuk tampil sempurna


Wanita adalah makhluk yang sangat mengagungkan keindahan. Kecantikan adalah salah satu faktor yang sangat diidam-idamkan para wanita., untuk mendapatkan kecantikan yang diinginkan tak jarang perempuan mengeluarkan kocek yang tidak sedikit guna menunjang penampilan mereka.

Untuk mencari mode terbaru biasanya para wanita mencari majalah-majalah dan tabloid-tabloid yang mengulas tentang fashion terbaru. Ditahun 2009 ini saja banyak fashion pakaian, accecorris,( dompet, tas, sepatu, bando, jepitan, syal, selendang, dll), dan rambut yang terus mengalami perubahan dari tahun ketahun. Di tahun 2009 di Indonesia sendiri lebih dipengaruhi oleh fashion tahun 90-an. Hal yang paling mencolok adalah mulai maraknya pakaian-pakaian dress mini dengan rompi atau bolero. Begitu juga dengan fashion rambut, lebih banyak yang memilih model bob berponi atau panjang terurai dengan sedikit poni.









Tak hanya wanita, kaum pria pun juga mulai bereksperimen dengan penampilan mereka dan mengikuti fashion yang berkembang. Pria lebih menunjang penampilannya dengan jaket bulu, ruffle, rumbai, modifikasi jaket,, syal rajutan, dan bahkan berani tampil dengan warna-warna cerah seperti phink. Warna phink mungkin dulu dianggap sebagai warna feminism tapi dekarang banyak pria yang berani tampil percaya diri dengan warna phink.

Berikut ini adalah macam-macam fashion yang selalu menjadi daya tarik kaum pria maupun kaum wanita :



1. Rambut

Rambut bagi wanita adalah mahkota yang bernilai. Rambut juga mewakili sikap seorang wanita, yang bisa dilihat bagaimana ia merawatnya. Perawatan yang cuek dan asal-asalan akan membuat rambut menjadi terlihat kusam, kasar, pecah-pecah, rontok dan berketombe. Menurut Susan Detwiler, MD, seorang ahli demartologi di Stanford University of medicine, rambut sangat penting secara psikologis karrena bisa menunjukkan femilitas dan maskulinitas seseorang, citra diri dan karakter pribadinya. Ditahun 2009 sendiri isu global warming mempengaruhi gaya rambut. Salah satunya adalah Zenergetics, gaya rambut dan tata rias yang terinspirasi unsur alam. Zenergetics menampilkan empat variasi gaya, yakni Natural Zen, Passionate Zen, Modern Zen dan Urban Zen. Pada gaya Natural Zen, kebijaksanaan dan intelektual seseorang, Passionate Zen, menampilkan kesan sosok anggun dan romantis. Modern Zen, mengambarkan penuh energi dan percaya diri. Urban Zen gaya untuk menunjukkan kedewasaan terutama pada wanita.

Passionate Zen

2. Tata Rias

Tata rias terutama wajah, adalah hal penting lainnya untuk penunjang penampilan. Tata rias disesuaikan dengan keadaan dalam bermasyarakat. Tata rias juga harus melihat kondisi alam, seperti pada saat siang, riasan harus cenderung lebih ringan ketimbang malam hari. Riasan berguna untuk menutupi kekurangan yang ada pada wajah pria maupun wanita guna mendapatkan penampilan yang sempurna. Secara psikologis bisa membuat orang tersebut percaya diri dan semangat baru untuk memulai interaksi dengan orang lain.

minimalis make up

fantasy make up

3.


gf





natural make up








3. Pakaian

Pakaian adalah kebutuhan pokok bagi manusia. Pakaian yang dulu hanya sebagai pelindung badan. seiringnya dengan perkembangan zaman dan teknologi yang ada, pakaian sendiri sudah menjadi kebutuhan fashion terbesar yang ada. Fashion pakaian selalu berkembang setiap tahun dan seolah-olah para designer berlomba-lomba untuk merancang beragan pakaian yang akan menkadi tren centre. Diluar negeri, fashion dipengaruhi dengan musim yang ada. Di Negara Eropa Setiap musim seperti musim dingin, panas, gugur, dan hujan slalu berbeda mode. Di Indonesia tidak dipengaruhi musim, dan di Indonesia sedang maraknya kembali Batik yang dibuat lebih modis.

Japanese Fashion







american fashion



















indonesian fashion

4. Penunjang Fashion lainnya

Penunjang fashion lainnya seperi : sepatu/ sandal, hiasan kepala, hiasan rambut, gelang, kalung, cincin, syal, selendang, kacamata, dll juga merupakan factor-faktor pendukung lainnya untuk mempercanti penampilan diri. Benda-benda itu juga menambah kepercayaan diri penggunanya.

















tas fashion 2009



















kalung tak biasa

Referensi :

Kusumadewi. 2002. Perawatan dan Tata Rias Wajah Wanita Usia + 40 Tahun. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Andrean, Jonny. 2004. Gaya Rabut Lurus. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Tabloid Nova 25 – 31 Mei 2009.